aa


Senin, 20 Oktober 2014

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Perubahan Kebudayaan

 

 

 

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Perubahan Kebudayaan

   
 Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan suatu bangsa pun akan mengalami perkembangan dan perubahan. Dimulai dari kebudayaan tradisional, kebudayaan peralihan, hingga kebudayaan modern. Perubahan kebudayaan merupakan suatu kejadian yang terjadi dalam kehidupan di dunia ini. Pengertian perubahan kebudayaan sendiri adalah
adanya ketidak sesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda, sehingga terjadilah keadaan yang tidak sesuai dengan fungsinya bagi kehidupan.
     Perubahan kebudayaan yang terjadi dalam suatu bangsa tidak luput dari faktor-faktor yang mempengaruhi. Menurut Soerjono Soekanto faktor-faktor tersebut terbagi menjadi 2, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
     Faktor intern merupakan faktor yang berasal dari masyarakat itu sendiri yang menyebabkan perubahan kebudayaan, yang diantaranya:
  1. Perubahan penduduk, seperti: Kelahiran, Kematian, dan Migrasi. 
  2. Adanya penemuan baru, seperti: Adanya ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada (Discovery), Penyempurnaan penemuan baru (Invention), dan Proses pembaharuan atau melengkapi atau mengganti yang telah ada (Innovation).
  3. Konflik yang terjadi di dalam masyarakat. Konflik dapat merubah kepribadian orang-orang yang terlibat di dalamnya, misalnya menjadi pendiam, murung, tidak mau bergaul, atau bahkan berusaha memperbaiki keadaan tersebut supaya menjadi lebih baik.
  4. Pemberontakan atau revolusi. Hal ini menyebabkan perubahan pada struktur pemerintahan pada suatu negara.
     Faktor ekstern merupakan faktor yang berasal dari luar masyarakat melalui interaksi sosial yang mendorong terjadinya suatu perubahan kebudayaan, yang diantaranya:
  1. Peperangan. Hal ini dapat menyebabkan perubahan yang mendasar pada suatu negara baik seluruh wujud budaya (sistem budaya, sistem sosial, dan unsur-unsur budaya fisik) maupun seluruh unsur budaya (sistem pengetahuan, teknologi, ekonomi, bahasa, kesenian, sistem religi, dan kemasyarakatan). Biasanya akibat ini lebih berpengaruh kepada negara yang kalah.
  2. Perubahan alam. Pada zaman sekarang sebagian besar hal ini disebabkan oleh tindakan manusia sendiri yang menyebabkan kerusakan alam, seperti mebuang sampah sembarangan, penebangan liar, pembangunan terus menerus di lahan pertanian, dan masih banyak lagi. Hal ini dapat merugikan manusia sendiri seperti kehilangan keluarga, tempat tinggal, harta benda, dan sarana umum lainnya.
  3. Pengaruh budaya lain, seperti: Penyebaran kebudayaan (Difusi), Pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya (Akulturasi), dan Pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang baru tanpa terlihat budaya yang lama sama sekali (Asimilasi).http://rohayananasution27.blogspot.com/

Sabtu, 11 Oktober 2014

PERISTIWA SINABUNG





Abu Vulkanik Sinabung Batalkan 12 Penerbangan di Kualanamu

  • Peristiwa
  • 0
  • 10 Okt 2014 03:12

(lip6 Malam) Sinabung
(Liputan 6 TV)
Liputan6.com, Medan - Gunung Sinabung terus mengeluarkan gempa. Guguran dan luncuran awan panas terus-menerus mengarah langsung ke Selatan dan Tenggara menjelang Kamis 9 Oktober 2014 sore.

Menurut keterangan Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), sepanjang Kamis kemarin setidaknya telah terjadi 102 kali erupsi. Terkait hal ini, status Gunung Sinabung kini berada pada siaga level 3.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Malam SCTV, Kamis (9/10/2014), Kepala Pos Pemantau Gunung Api Sinabung, Armen Putra meminta warga mewaspadai sebaran abu vulkanik yang bisa menjangkau jauh.

Sementara itu, sebaran abu vukanik turut menyelimuti Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara yang berjarak 80 kilometer dari kaki Gunung Sinabung.

Hingga Kamis sore, sebanyak 12 penerbangan telah dibatalkan, antara lain Malaysia Arlines tujuan Kualalumpur, Silk Air tujuan Singapura, dan Airasia tujuan Penang. Sementara 4 penerbangan tujuan Jakarta dan Batam ditunda. Pembatalan sejumlah penerbangan ini mengakibatkan terjadi penumpukan penumpang di ruang tunggu bandara.

Selain Kabupaten Deli Serdang  dan Kabupaten Serdang Bedagai, debu vulkanik dikabarkan telah sampai ke Kota Tebing Tinggi yang berjarak100 meter dari kaki Gunung Sinabung.

Di ibukota Sumatera Utara, Medan yang berjarak 150 kilometer dari Brastagi, dampak erupsi Gunung Sinabung belum mengganggu jarak pandang.
Meski demikian, di sejumlah ruas jalan protokol, petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) hingga relawan Badan Nasional Penanggulangan Bencana membagi bagikan 10 ribu  masker.

Mewaspadai timbulnya gangguan pernafasan, Pemerinta Kota Medan juga mewajibkan Puskesmas buka selama 24 jam. (Ali)
Baca juga:
Terkait Sinabung, Gubernur Sumut Diminta Tak Hanya Jadi Penonton
Erupsi Gunung Sinabung Tak Berhenti, Murid SD Tetap Belajar
Abu Gunung Sinabung Tunda Sejumlah Penerbangan